Domain dan Hosting

Thread ini adalah untuk menjawab pertanyaan mbak Najwa Shihab di Twitter, tentang beda domain dan hosting.

Tapi saya jawab semampu saya yah.

Domain (Domain Names) adalah sebuah identifier yang digunakan untuk menamai sebuah host (bisa komputer atau device lain) yang terhubung ke jaringan (local atau Internet). Komputer yang terhubung ke Internet pasti mendapatkan sebuah IP Address berupa angka seperti misalnya 125.163.xxx.xxx. Domain Names juga berguna menggantikan angka-angka yang sulit diingat manusia tersebut menjadi nama yang lebih mudah diingat manusia (misalnya www.wordpress.com).

Biasanya sebuah Domain Names dan IP Address itu menunjuk ke sebuah mesin yang memberikan service seperti web, mail, ftp, dsb. Mesin itulah yang disebut ‘host’. Bisa saja kita punya komputer sendiri yang memiliki IP Address sendiri yang terhubung ke Internet dan menjalankan service kita sendiri (web,email,ftp,dll). Tapi bisa juga kita menyewa suatu space atau bahkan sebuah komputer server di sebuah ‘hosting company’ untuk keperluan itu.

Hosting Company(biasanya) memiliki sendiri komputer yang terhubung langsung ke Internet dan menjalanankan berbagai fitur layanan. Mereka juga biasanya menerima pendaftaran Domain Names.

[t]

HARD Landing?

Perjalanan Jakarta – Pontianak dengan Lion Air JT-713 (Boeing 737-400)

Perjalanan 1 jam 20 menit ini pada mulanya berjalan dengan lancar. Cuaca cerah. Di tengan perjalanan, sang kapten juga mengumumkan “kita berada di 31.000 kaki dengan kecepatan sekitar 700 km/jam. Cuaca cerah. Cuaca di bandara Pontianak juga dilaporkan cukup cerah”

Lega mendengar pengumuman itu.

Tibalah saat pendaratan.

“Flight attendants, landing position”

Pesawat mulai menurunkan ketinggian.
Sedikit turbulensi.

Daratan semakin dekat. Semakin Dekat.

Lho.. kok belok kanan?
Bisa dibayangkan? Tanah sudah makin dekat, tapi pesawat malah belok tajam ke kanan seolah-olah batal mendarat. Tapi ketinggian makin berkurang.

Ternyata pesawat mau “line up” ke landasan.

Tapi rasanya terlalu dekat..

Dan…lho mana landasannya?

Mulai khawatir… mendarat di sawah.

Tiba2 terdengar semacam teriakan dari cockpit.
“Aaaaaaaaaaaaah….”

Dan pesawat mendarat dengan KERAS sekali… sedikit terguncang.. Tapi arahnya lurus di landasan.

Thanks GOD everything is fine.

Tapi banyak juga yang bertanya2.. Apa yg sebenarnya terjadi tadi. Pramugari tidak menjawab. Beberapa penumpang juga yakin teriakan tadi berasal dari cockpit.

Entahlah.. yang penting kita semua selamat.
Tapi.. rada kapok naik Lion Air B737-400.

Masih lebih bagus yg B737-900ER **jelaslaah**

Tiba Saatnya : Nasib Negeri Ini (katanya) Di Tangan Anda

Hari ini, 9 April 2009, Negara Indonesia Raya ini menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memilih wakil rakyat di DPR. Ada yang optimis, ada yang pesimis. Sepertinya sih memang ini Pemilu yang paling rumit dibanding yang lalu. Empat kertas suara besar, puluhan partai, ratusan caleg per-TPS (kalau total se-Indonesia katanya sampai jutaan). Ada caleg yang jujur ada yang busuk. Ada rakyat yang sudah punya pilihan, ada banyak lagi yang masih bingung.

(Baru saja nih ambil sample kertas suara. Hmm ternyata lebih besar dari satu halaman koran Kompas! Duh, gimana ngelipat baliknya ya. Gawat. Padahal ada empat kertas beginian)

You have the right to vote. Make your choice, never look back.

Tolong, Matikan Handphone Di Pesawat Terbang

Siang itu, dalam perjalanan Jakarta-Batam menggunakan Sriwijaya Air. “All Crews, landing position,” kata Kapten. Hampir lega, setelah terguncang-guncang akibat cuaca ‘kurang baik’ di sepanjang perjalanan. Bandara Internasional Hang Nadim makin mendekat… tanah semakin dekat.. makin dekat… Tiba-tiba.. lho kok naik lagi? (kalo naik motor istilahnya ‘di-gas’ lagi J ) Pesawat menjauh dari bumi lagi!! Rasa lega menjauh lagi. Belok kanan dan memutar lagi? What’s wrong?

Beberapa menit kemudian Sang Kapten memberi pengumuman, “Para Penumpang, mohon maaf atas kejadian tadi. Pesawat tidak berhasil mendarat karena sistem navigasi pesawat mengalami sedikit masalah. Mungkin di antara para penumpang ada yang lupa mematikan telepon selular. Kita akan ulangi lagi prosedur pendaratan. Terimakasih.” (Kata-kata tepatnya lupa, karena sedikit shock, tapi kurang lebih seperti itu)

Bleedhaaarr…!!

What? Sistem Navigasi? Telepon Selular?

Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan sangat mulus. Thanks to the Captain. Tapi ada satu hal yang kita petik dari sini. Entah Anda semua percaya atau tidak bahwa telepon selular (handphone) itu bisa mempengaruhi sistem navigasi sebuah pesawat terbang, entah itu fakta atau sekedar bualan, tolonglah… matikan telepon selular waktu di dalam pesawat terbang dan nyalakan sewaktu pesawat sudah benar-benar berhenti…!

Permintaan sederhana dan jelas yang ternyata susah diikuti oleh sebagian masyarakat kita yang kecanduan telepon selular dan tidak bisa lepas darinya.

Ungaran Banjir, Semarang Jadi Lautan : Teori Yang Tidak Terbukti

Well, pasti semua orang Semarang dan Ungaran sudah pernah dengar teori candaan itu : Kalo Ungaran banjir, berarti Semarang sudah jadi lautan. Itu karena letak geografis Kota Ungaran yang lebih tinggi dari Semarang. (Sebagai gambaran, dari Semarang ke Ungaran kita harus melewati empat sampai lima tanjakan curam dan menengah. Semarang bawah itu tingginya Cuma belasan sampai puluhan meter di atas permukaan laut, Ungaran itu sekitar 350-400 meter di atas permukaan laut). Apakah teori itu terbukti benar?

Pada hari Jumat, 30 Januari 2009 dini hari sekitar jam 01.00, saya dikejutkan berita di Headline News MetroTV : Semarang Banjir! Hah? Bagian mana dari Semarang yang banjir? Hujan deras aja kagak. Rob kali..? Ternyata yang banjir itu Ungaran. MetroTV menyamakan Ungaran dan Semarang. Ga pa pa deh. Banjir di Ungaran itu – tepatnya di sebuah perumahan – tinggi juga. Mencapai 1,5 meter! Terlihat tim SAR mengevakuasi para korban dengan menggunakan perahu karet. Sambil kucek-kucek mata tidak percaya : di Ungaran? Naik perahu karet??? :-D

Paginya baca koran, ternyata penyebab banjir itu adalah jebolnya tanggul di sungai dekat perumahan itu. Dan itu bukan yang pertama kalinya! Dua tahun lalu banjir serupa juga pernah terjadi.. Di tempat yang sama, dengan penyebab yang sama.

Hmm. Banjir di tepi gunung. Ada yang salah dengan negeri tercinta ini…

(Foto Milik KOMPAS)

###

Halaman Berikutnya »