Beranda > thought > Polisi Tidur: Kenapa Harus Ada Ya?

Polisi Tidur: Kenapa Harus Ada Ya?

Pasti pernah jengkel sama yang namanya Polisi Tidur kan? (Buat Pak Polisi ‘beneran’, mohon maaf, ini bukan tentang Anda semua). Coba kita pikirkan lagi, sebenarnya buat apa Polisi Tidur dibuat? (Eh, ternyata ada juga lho entry tentang Polisi Tidur di Wikipedia). Menurut Wikipedia, “Polisi tidur adalah gundukan aspal atau gundukan semen yang dipasang melintang di jalan. Ada yang ditambah dengan garis-garis putih, ada pula yang polos tanpa garis-garis putih.” Kegunaannya (yang ini bukan dari Wikipedia), pasti untuk menghambat laju kendaraan bermotor. Atau supaya kendaraan bermotor mengurangi kecepatan karena sebab tertentu.

Biasanya, Polisi Tidur itu (mulai sekarang kita sebut Poldur aja ya) dibuat di perkampungan atau kompleks perumahan, dimana banyak anak-anak kecil yang bermain. Bisa juga karena di sekitar Poldur itu, ada area khusus, seperti kompleks militer.

Nah pertanyaannya lagi, sebenarnya apakah semua orang itu setuju dengan keberadaan Poldur? Lebih spesifik lagi, bahkan apakah mereka-mereka yang membuat Poldur itu sebenarnya juga menyukai keberadaan Poldur itu? Relatif sih (kebenaran itu relatif, katanya). Kalau Poldur itu di depan rumah mereka, pasti sih setuju aja karena dengan begitu semua kendaraan yang lewat rumah mereka pasti berjalan pelan. Tapi kalau mereka melewati sebuah jalan di tempat lain, bukan di kampung mereka, yang tiap 10 meter ada Poldurnya (tiap Poldur triple, berbentuk kotak)? Pasti mengomel deh. Dijamin.

Sekali lagi, kebenaran itu relatif, tergantung kebutuhan.

(gbr: polisi tidur dari karet, gambar dari wikipedia)

Desain Polisi Tidur

Pernah melewati Poldur yang berbentuk kotak dan dan berjejer tiga? Setiap 10 meter lag!. Ini keterlaluan. Entah buat apa yang macam begitu. Poldur yang “enak” (maksudnya lebih nyaman kalau dilewati) adalah yang berbentuk lebar dengan sudut kemiringan yang tidak terlalu tajam. Bukan yang kotak! “Poldur Enak” ini nyaman buat pengendara yang melewatinya, juga bisa memenuhi keinginan pembuatnya, yaitu supaya semua kendaraan memperlambat lajunya.

Poldur Sumber Polusi?

Sedikit banyak iya. Sebenarnya bukan penghasil polutan sih, tapi membuat sumber polusi lain menghasilkan polusi lebih banyak lagi. Begini maksudnya, kalau seseorang melewati Poldur, otomatis dia memperlambat lajunya. Nah ketika mencapai Poldur itu, pasti gas ditekan lebih dalam. Artinya, ada bahan bakar yang terbuang (yang harusnya tidak perlu) dan menghasilkan asap (yang seharusnya tidak perlu juga), disambung dengan suara mesin yang meraung lebih tinggi. Pernah ada sebuah gang sempit dimana penghuninya memasang Poldur. Tujuannya jelas, supaya motor-motor yang lewat gang itu berjalan pelan. Tujuan ini jelas tercapai. Tapi selalu efek sampingnya juga ada. Motor-motor itu menimbulkan polusi suara dan polusi udara yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Pilih yang mana?

Pertanyaan Buat Pengendara

Nah.. Buat pengendara nih. Jika ada tulisan “Harap Pelan-Pelan, Banyak Anak-Anak”, apakah memang dibaca dan dituruti atau dicuekin? Apakah bisa dipercaya bahwa jika seorang pengendara Indonesia Raya ini melewati sebuah kampung maka ia pasti akan berjalan pelan-pelan?

Karena pengendara tidak bisa dipercaya itulah muncul Polisi Tidur. Barangkali.

##

Kategori:thought Tag:,
  1. ciput
    11 November 2008 pukul 15:39

    wah… saya setuju bangets dengan kata penutup opini anda. Memang indonesia raya ini punya paham tersendiri : belum jelas udah curiga apalagi mempercayai ^o^
    saya dukung deh kalo anda jadi cagub, pasti akan ada gerakan pemberantasan poldur wlp cuma regional, lumayanlah…

  2. Chimut
    12 November 2008 pukul 16:46

    Hmm…
    Sebenernya untuk kesemuanya itu hanya kita yang bisa menjawabnya dari diri kita sendiri.
    Yang terpenting adalah kesadaran dan kemauan.
    Jika kita menyadari kesalahan yang terjadi dan mau memperbaiki kesalahan itu, maka semuanya akan menjadi lebih baik.

    Nyambung nga ya..??

  3. cemot
    3 Desember 2008 pukul 13:43

    kasian ya…

    saking capek e lembur…polisi sampe tiduran.. hanya untuk menjaga orang” yang ga bisa ngerti peringatan ‘harap pelan-pelan, banyak anak anak’…

    Untung polisi yang beginian perutnya rata ya.. Kalo ndut, kan makin ga nyaman dilewatin tuh…

  4. 14 Januari 2009 pukul 22:01

    Apakah ada aturan seperti lokasi apa saja polisi tidur boleh dibuat, siapa yang berhak membuatnya, berapa jarak minimum antar poltid yang satu ke poltid yang lain?

    Tapi mau dibikin aturan serinci-rincinya di Indonesia tetap saja kemungkinan pelaksanaan 100% itu hampir 0%😛 hehe

  5. 16 Januari 2009 pukul 11:27

    wah, kalo mnurut aku sih poldur gak enak, enakan polisi beneran kali yeee..
    hahahaha..

    btw, buat blog jg bang? ciiieeee… hehehe..
    sip lah klo gitu.. gw link ya bang..🙂

    iye nih. sbnrnya dulu pernah ada juga. skrg pindah sini aja deh. thanks for visiting.

  6. 10 Agustus 2014 pukul 16:36

    Great post. I used to be checking constantly this blog and I’m impressed!

    Very useful information specifically the final section🙂 I care for
    such information much. I was seeking this particular information for a very lengthy time.
    Thanks and best of luck.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: