Beranda > thought > Tolong, Matikan Handphone Di Pesawat Terbang

Tolong, Matikan Handphone Di Pesawat Terbang

Siang itu, dalam perjalanan Jakarta-Batam menggunakan Sriwijaya Air. “All Crews, landing position,” kata Kapten. Hampir lega, setelah terguncang-guncang akibat cuaca ‘kurang baik’ di sepanjang perjalanan. Bandara Internasional Hang Nadim makin mendekat… tanah semakin dekat.. makin dekat… Tiba-tiba.. lho kok naik lagi? (kalo naik motor istilahnya ‘di-gas’ lagi J ) Pesawat menjauh dari bumi lagi!! Rasa lega menjauh lagi. Belok kanan dan memutar lagi? What’s wrong?

Beberapa menit kemudian Sang Kapten memberi pengumuman, “Para Penumpang, mohon maaf atas kejadian tadi. Pesawat tidak berhasil mendarat karena sistem navigasi pesawat mengalami sedikit masalah. Mungkin di antara para penumpang ada yang lupa mematikan telepon selular. Kita akan ulangi lagi prosedur pendaratan. Terimakasih.” (Kata-kata tepatnya lupa, karena sedikit shock, tapi kurang lebih seperti itu)

Bleedhaaarr…!!

What? Sistem Navigasi? Telepon Selular?

Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan sangat mulus. Thanks to the Captain. Tapi ada satu hal yang kita petik dari sini. Entah Anda semua percaya atau tidak bahwa telepon selular (handphone) itu bisa mempengaruhi sistem navigasi sebuah pesawat terbang, entah itu fakta atau sekedar bualan, tolonglah… matikan telepon selular waktu di dalam pesawat terbang dan nyalakan sewaktu pesawat sudah benar-benar berhenti…!

Permintaan sederhana dan jelas yang ternyata susah diikuti oleh sebagian masyarakat kita yang kecanduan telepon selular dan tidak bisa lepas darinya.

  1. 27 Februari 2009 pukul 15:59

    wow.. mengerikan ya bang..
    tp emang selama ini gw pikir hp gak terlalu menganggu navigasi
    ternyataaa.. ckckckck..

  2. 29 April 2009 pukul 07:55

    say suka terkadang heran melihat ada sebagian orang yang tidak rela mematika handphone sementara saja pada saat take off/landing/selama penerbangan, bukannya peraturannya berkata begitu dan selalu diulang-ulang oleh crew pesawat. kata kuncinya adalah patuh, peraturan itu untuk dipatuhi, bukan dilanggar.

  3. 30 Juli 2009 pukul 18:46

    salam hangat kang!
    ternyata memang sangat berpengaruhh yahhh…waktu pake lion air…ke medan…peringatan mamatikan hp kurang tegas nihh..padahal krusial bgt.

  4. abang
    30 Juli 2009 pukul 19:15

    @lering & agus muslim

    Thanks for visiting …🙂
    Emang tuh, peraturan ttg hp di pesawat sering banget dilanggar. Padahal yang rugi seluruh isi pesawat ya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: